Feeds:
Posts
Comments

Mencintai

Bila mencintai selalu identik dengan memberi maka

Apakah aku sudah pernah mencintai???

Rasanya belum…

Belum pernah

Semuanya selalu berdasar logika

 tiada kata tulus dalam kehidupanku

 

Dulu aku pernah berdoa agar hatiku menjadi beku

Sedingin gunung salju

Lebih dingin dari gunung himalaya

Dengan puncaknya yang jauh lebih tinggi

Dan aku berdoa bahwa ,,

Biarnya hanya ada satu bunga salju yang bermekar disana

Memberi warna pada gunung itu

Continue Reading »

Pelobi Ulung

Kisah ini terinspirasi  dari buku “Cewek Nembak Duluan”

 

Dalam suatu kisah dalam buku tersebut ada

 sub judul yang membuat saya menangis saat membacanya

Begitu hina diri ini terasa

Sangat egois dan mementingkan dunia semata

Dan,, aku menjadi sangat bersyukur sesudahnya

Alhamdullilah, Allah menunjukkannya sekarang

Jadi,

Saat itu penulis menceritakan tentang para pelobi ulung

Orang-orang yang tidak melakukan barter tetapi lobi

Langsung kepada pemilik ruh atas dirinya

Dengan ikhlas menggemakan Islam dalam setiap sudut dunia yang kelam

Terus beribadah dengan mengharap ridho Allah

Menunda murka Allah atas sikap durhaka manusia di sudut dunia yang lain

Lalu,,

Pada penutupnya, membuatku semakin berderai air mata

“mau, kan, jadi pelobi ulung?”

Tahajjud saat orang-orang sedang tidur dalam titik optimal

Ikhlas hidup dijalan dakwah dengan pengabdian

Tuk seutuh hidupnya

Arti Rezeki

Pernah dalam satu pertemuan para wali/sufi,

seorang bertanya, bagaimana pandangan anda tentang rezeki?

” Jika mendapat rezeki bersyukur, jika belum mendapat bersabar,”jawab yang ditanya.

Mendengar jawaban tersebut yang bertanya berucap,

“Kucing saya pun berlaku demikian”.

Mendapati komentar demikian, yang ditanya–setengah kaget

Ganti bertanya, “Lalu, apa pandangan Anda tentang rezeki?”

“Yaitu jika mendapat, bersyukur, jika sudah mendapatkan,

Mendahulukan hak orang lain

 

(Jazimah Al-Muhyi dalam “Cewek Nembak Duluan”)

 

Jika engkau adalah Muhammad

Maka kusiapkan diri menjadi Khadijah

Memberikan seluruh harta untuk dakwah

Mensupport semangat

Mendukung penuh di kala tak ada dukungan dalam

 perjuangan

 

Jika engkau adalah Ali bin Abi Thalib

Maka kusiapkan diri tuk jadi Fathimah

Yang lelah dan letih dalam pekerjaan rumah

Yang ridha dengan kelaparan berhari-hari

Yang tidak mengeluh dengan baju bergantian

 

Dan, jika ternyata engkau adalah Fir’aun

(Na’uzhubillah, sebenarnya aku pun tak pernah ingin)

Maka kuazamkan diri tuk jadi Asiyah

Yang tetap istiqamah

Di tengah kondisi tekanan terhadap keimanannya

Yang menjadi wanita utama penghuni surga meski suaminya

Kafir

 

(Jazimah Al-Muhyi dalam “Cewek Nembak Duluan”)

 

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika Kumohon pada Allah kebijaksanaan

Allah memberiku masalah untuk kuselesaikan

Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan

Allah memberiku akal untuk berfikir

Ketika kumohon pada Allah keberanian

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon pada Allah bantuan

Allah memberiku kesempatan

Allah tak pernah memberiku apa yang kupinta

Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan

Do’aku terjawab sudah

 

(Anis Mata)

Menunggu

Kenapa saat kita menunggu terasa begitu lama?

Begitu lama dan menyesakkan dada

Tiba-tiba berfikir macam-macam rasa

Cemas, was-was dan sepi

Semuanya terasa begitu menyesakkan

Tapi,, kenapa aku tak pernah belajar dari rasa itu???

Selalu membuat orang lain menunggu untukku

Setelah sekian banyak tanya dan kenapa

Aku tetap tidak pernah bertanya bagaimana

Hahahaha

Sekarang begitu jauh disana

Aku bahkan tidak sanggup menggapainya

Dia terasa begitu jauh,, jauh diujung sana

Seperti sepi yang sekarang membahana

Memekakkan telinga dan mendentumkannya

 

 

Tulisan ini teruntuk,,

Sahabatku yang selalu setia menungguku

Menemaniku dikala suka dan duka

Selalu bersedia teracuni dengan berbagai resep masakanku

Terimakasih…

Suatu sore aku bertemu dengan sahabatku

Lalu aku bertemu dengan teman sahabatku yang juga kukenal

Mereka sedang serius melihat jadwal seminar

Lalu..

Adik kelasnya bertanya

Dimana nama mereka???

Jawabnya,, nama kami kan ‘invisible’